Headlines
http://www.mahartibrand.com/

Memaknai Hari Ibu

, , ,

MIEKE WAHYUNI SUSWONO- Menjadi seorang Ibu adalah kebanggan sekaligus perjuangan sebagaimana Ibu-ibu kita.

Jika ada hari untuk membalas segala sesuatu yang telah diberikan Ibu kepadaku, maka setiap hari adalah Hari Ibu.

Banyak pujangga yang membuat syair sosok Ibu, banyak syair yang menuturkan mulianya seorang Ibu, banyak kata mutiara yang dijejerkan untuk menggambarkan betapa mulianya seorang Ibu. Namun semua itu tidak akan cukup membandingkan dengan pengorbanan seorang Ibu, tidak akan cukup melukiska ketulusan dan kemuliaan seorang Ibu.

Saya, Anda dan kita semua tentu pernah merasakan bagaimana kehangatan, kasih sayang dan pengorbanan seorang Ibu. Disaat kita tidur, Ibu rela dan penuh kelembutan bangun karena  khawatir kita digigit nyamuk. Ketika kita menangis kesakitan Ibu memeluk kita, melihat sekujur tubuh kita karena khawatir ada bagian tubuh kita yang sakit.

Padahal, sakitnya kita tentu tidak seberapa dibandingkan dengan sakitnya seorang Ibu saat melahirkan. Berkeringat dan mempertaruhkan nyawannya hanya untuk kehidupan kita. Ketika kita kesulitan lahir, seorang Ibu mengatakan kepada bidan atau dokter agar mengutamakan keselamatan sang bayi, yaitu kita.

Kitalah yang mereka utamakan, Ibu memilih mati andaikan dihadapkan pada dua pilihan dia atau anaknya. Lalu bagaimana setelah kita dewasa, masihkah kita ingat semua itu atau justru kita anggap biasa saja. Batin Ibu memang tidak ingin menerima bayaran atas jasanya mengasuh kita, atas jasanya mendidik kita, atas jasanya mengayomi kita.

Seorang Ibu hanya ingin melihat anaknya sukses dan menjadi anak yang dibanggakan, anak yang bisa menyelematkan mereka kelak di akhirat. Pada momentum Hari Ibu, adalah momentum untuk menghentikan sejenak aktivitas kita untuk melihat wajah Ibu kita yang mulai mengkeriput, memandang rambut Ibu kita yang mulai memutih dan memeluk mereka yang tubuhnya mulai layu, matanya sayu.

Bahagiakan Ibu kita, bahagiakanlah dengan kebahagiaan hakiki. Meski itu tidak akan cukup menggantikan pengorbanan sang Ibu, tapi paling tidak meredakan rasa salah kita yang semasa kecil suka menangis meminta sesuatu yang Ibu tidak sanggup, tapi Ibu kita bersusah payah memenuhi keinginan kita.

Kita punya inspirasi seorang Ibu, dalam Agama Islam ada sosok Siti Hajar, ibu Nabi Ismail. Siti Hajar adalah sosok Ibu yang tangguh, taat dengan Agama, taat dengan suami dan profesional, dia mampu menempatkan posisi dimana sebagai seorang istri manusia biasa, dimana sebagai istri seorang nabi. Nama lainnya adalah Siti Khadijah, istri Nabi Muhammad SAW. Dialah yang telah mengorbankan kebangsawaanannya untuk penyebaran Agama Islam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.

Khadijah juga mengorbankan hartanya untuk perjuangan Nabi Muhammad SAW demi dakwahnya. Bahkan ketika semuanya habis, Khadijah menangis karena tidak ada lagi yang bisa dikorbankan untuk membantu perjuangan Nabi Muhammad SAW. Ada deretan Ibu yang layak kita jadikan contoh, ada Siti Fatimah, Ibu Nabi Muhammad SAW.

Di dalam lingkungan kita sendiri, ada sosok Ibu tangguh yang luar biasa, salah satunya adalah Ibu kita, mereka para Ibu yang bangun pagi-pagi lalu bersujud di atas sajadah dan berdoa untuk anak-anak mereka agar sukses. Ada pula perjuangan seorang Ibu yang harus banting tulang demi memenuhi kebutuhan anak-anak mereka.

Ibu memang betul terbuat dari tulang rusuk laki-laki, tapi bebannya melebihi kemampuan tulang rusuk. Bahkan tidak jarang menjadi tulang punggung. Subhanallah, Maha Suci Allah yang telah menciptakan Ibu, dia adalah keramat di dunia ini. restu seorang Ibu adalah restu sang pencipta. Tidak heran Nabi Muhammad SAW menempatkan sosok Ibu pada posisi mulai.

Pekerja Keras Karakter Ibu-Ibu Indonesia
Sepanjang kami keliling dari desa ke desa, dari kampung ke kampung, dari pasar ke pasar, kami melihat sosok para Ibu di Brebes sungguh luar biasa. Mereka pekerja keras, pantang menyerah dan pemberani. Mereka mulai berjibaku dengan meja mungil, rombeng dan terbuat dari kayu sejak matahari masih malu menampakan senyumnya sampai matahari pulang ke peraduannya.

Berapa jam mereka bekerja, delapan jam. Ah, rasanya lebih dari itu. Usai mereka berjualan di pasar, para Ibu-Ibu di Brebes masih memegang dengan jemarinya yang "berkapal" membereskan kamar, dapur dan mencuci pakaian. Mereka juga harus menyediakan makanan buat anak dan sang suami. Pengorbanan yang luar biasa. Semoga di Hari Ibu tahun ini, para Ibu-ibu tangguh di Brebes tetap semangat, yakinlah apa yang dilakukan selama ini akan menjadi catatan amal dan masuk dalam perhitungan Allah SWT. Wallahu'alam.

Wallahu, Alam

Salam,
Mieke Wahyuni | Istri Suswono |  Menteri Pertanian Era SBY

Diterjang Ombak, Puluhan Rumah di Pandeglang Hancur

, ,

BANTENPERSPEKTIF.COM, PANDEGLANG--Sebanayk 50-an rumah di Desa Sidamukti, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Propinsi Banten, rusak dan rata dengan tanah akibat diterjang ombak yang disertai angin kencang.

Pantauan Banten Perspektif, selain merusak rumah dan bangunan, musim barat kali ini juga membuat nelayan mengistirahatkan perahunya. Mereka takut melaut dikarenakan ombak dan angin yang besar akibatnya mereka banyak menganggur karena sumber mata pencahariannya sedang tidak bersahabat.

Menurut Umar, Ketua RW Sidamukti, mengatakan bahwa, usim barat ini sudah berlangsung satu bulan lamanya dan akibatnya banyak rumah dan bangunan yang berada di sekitar pantai hancur bahkan rata dengan tanah. "Ada sekira 50 sampai 100 kepala keluarga yang menjadi korban akibat terjangan ombak dan angin. Dan bahkan rumah saya pun turut menjadi korban," kata Umar kepada Banten Perspektif.

Meskipun sudah banyak memakan korban, tetapi belum ada satu pun bantuan yang didapatkan dari pemerintah termasuk dari pemerintah desa setempat. Mereka hanya mendapatkan bantuan ala kadarnya dan itu pun dari swasembada masyarakat.Padahal kondisi tergolong parah. Warga berharap pemerintah segera memberikan bantuan kepada warga.

Penulis | Jauhari Azzam | Kontributor Pandeglang | 
Editor |  Karnoto  | bantenperspektif.com | 



Kopdar GenPro Serang Banjir Voucher

, ,

BANTENPERSPEKTIF.COM,KOTASERANG --Event KopDar Kota Serang yang akan berlangsung pada 25 Desember 2016, tak hanya ramai ilmu bisnis, namun juga banjir voucher dari para peserta KopDar.

Salah satunya adalah voucher dari MahartiBrand, perusahaan yang bergerak dibidang jasa pembuatan website dan konsultan brand. Dalam even tersebut MahartiBrand memberikan voucher senilai Rp 5 juta. Karnoto, Chief Executive Officer MahartiBrand mengatakan, voucher tersebut sebagai bentuk komitmen MahartiBrand pada dunia usaha, khususnya di Kota Serang.

Sementara itu, voucher juga disediakan oleh Kedai Safari sebesar Rp 500 ribu, Agro Mulya Utama sebesar Rp 1 juta, Cahaya 31, AyoPrint, Raja Cetak, Kangen Water dan sejumlah produk yang turut berpartisipasi dalam acara tersebut.

Seperti diketahui, GenPro akan menyelenggarakan KopDar dengan menghadirkan sejumlah pelaku usaha di Kota Serang. Ayatullah Khumaeni, Presiden GenPro Kota Serang mengatakan, acara ini sebagai langkah awal untuk menghimpun para pelaku usaha di Kota Serang.

Penulis |Karnoto |Chiefin Editor

HarBoNas, Bikin Website Diskon Jutaan Rupiah

, ,


BANTENPERSPEKTIF.COM, KOTA SERANG --- Dalam rangka Hari Belanja Online Nasional (HarBoNas) 2016. Maharti Brand, usaha yang bergerak dibidang  jasa pembuatan website dan toko online, memberikan diskon hingga jutaan rupiah. Diskon diberikan kepada seluruh konsumen, dimana pun. 

Menurut Chief Executive Officeer (CEO) Maharti Brand, Karnoto, pemberian diskon besar-besaran ini merupakan salah satu upaya untuk memberikan support terhadap kemajuan bisnis online di Indonesia, khususnya di Propinsi Banten. Harapanya i tahun 2017, masyarakat akan semakin familiar dengan belanja online.


"Banten itu strategis karena kaya akan sumber bisnis, dimana kalau kita kembangkan secara optimal dengan pemasaran online," kata Karnoto. Menurut Chief in Editor Banten Perspektif ini, bisnis online ke depan akan menjadi gaya hidup masyarakat Indonesia, termasuk di Banten. Untuk itu, sumber daya manusia (SDM) di Banten juga harus mempersiapkannya. 


"Anak-anak muda Banten kreative kok, saya melihat itu potensi besar. Hanya saja masih perlu didorong agar bisa menjadi gaya hidup," kata Karnoto. Diskon besar-besaran inilah salah satu upaya Maharti Brand memberikan support kepada mereka. Diskon sendiri berlaku sejak 15 Desember 2016 hingga 15 Januari 2017. 


Bagi Anda yang berminat bisa langsung mengunjungi website Maharti Brand Klik Disini. Atau Anda bisa menghubungi Hotline Maharti Networking di 0817985217, e-mail: karnotogw@gmail.com.




Kuliah Bukan Hanya untuk yang Berduit

, ,


Allah itu Maha Kaya, percayalah Dia pasti akan menolong hamba-hambanya yang ingin mengubah nasib, mereka yang mau belajar. Kekuasaan Allah ini betul-betul saya buktikan sendiri.

Oleh | Suhenda

Dua tahun lalu ketika saya sedang menunggu pengumuman kelulusan dari SMA tempat saya menempuh pendidikan, saya banyak mengikuti banyak tes untuk bisa diterima di perguruan tinggi. Saya daftar ditiga perguruan tinggi sekaligus. 


Pertama saya mendaftar di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) sekaligus mendaftarkan diri dibeasiswa bidikmisi. Kedua, saya mendaftar di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sulatan Maulana Hasanudin (SMH) Banten melalui jalur SPANPTKIN dan juga mendaftar beasiswa bidikmisi. Ketiga, saya mendaftar di Surya University lewat jalur test mandiri.

Singkat cerita, saya tidak diterima di Untirta dan di Surya University. Tinggal pengumuman dari panitia SPANPTKIN saja yang belum keluar. Pada waktunya, dihari pengumuman kelulusan SPANPTKIN saya diterima di IAIN "SMH" Banten. 


Tapi saya tidak lolos untuk mendapatkan beasiswa bidikmisi dan saya harus membayar Uang Kuliah Tunggal atau Biaya Kuliah Tunggal (UKT/BKT) sebesar Rp. 1.200.000 sebagai dana awal perkuliahan. Langsung kabar baik ini saya ceritakan ke orangtua di rumah.

Setiba di rumah saya ceritakan ke Emak dan Abah tentang kabar gembira ini. Apa kata mereka? "Alhamdulillah Ayi diterima kuliah mah. Abah jeng Ema mah cuma bisa ngadoakeun, tapi Eng Emak jeng Abah mah teu boga duit jeung mayaran kuliahna, kumaha mayaran kuliahna Ayi teu meunang beasiswa mah?"

Disitu saya terdiam, otak saya langsung berpikir bagaimana cara membayar uang kuliah? Saya tidak bisa menjawab pertanyaan ini. Kemana saya mencari jawaban pertanyaan ini. Saya coba hubungi guru, teman dan keluarga saya yang lain untuk bisa menjawab pertanyaan ini.

Sampai akhirnya datanglah saya ke rumah seorang teman, saya ceritakan masalah saya. Dia kasih saran untuk terus melanjutkan kuliah di IAIN, walaupun tidak mendapatkan beasiswa bidikmisi, pasti ada beasiswa yang lain ketika sudah mengikuti perkuliahan. 


Ada dua pilihan yang harus saya pilih. Pertama, melanjutkan tahap administrasi penerimaan mahasiswa baru di IAIN. Kedua, mondok di pondok pesantren salafiyah jika tidak dilanjutkan tahap administrasi mahasiswa baru.

Saya berpikir waktu itu, kuliah pake duit, mondok juga pake bekel duit. Dengan mempertimbangkan itu, saya pilih untuk melanjutkan tahap administrasi sebagai mahasiswa baru.Dengan tenang saya ucapkan ke Emak dan Abah, "Mak, Bah. Enda arek ngalanjutkeun kuliah bae. Abah jeung Emak tenang bae masalah bayaran kuliah mah, aya Allah. enda menta do'a na bae ti Emak jeung Abah".

Apa yang Terjadi?
Alhamdulillah...Emak dan Abah saya merestui dan mendoakan saya untuk kuliah. Sekarang saya sudah semester lima. Dan Alhamdulillah biaya persemester sebesar Rp. 1.200.000,- bisa lancar terbayar tanpa kendala. Dari mana uangnya? Dari orang tua saya. Terus dari mana orangtua saya bisa dapat uang itu? dari Allah SWT.

Ketika sudah mulai perkuliahan saya jarang sekali pulang ke rumah walaupun rumah saya hanya berjarak satu jam setengah perjalanan menggunakan motor dari tempat saya kuliah di Serang. Jujur saya belum bisa membiayai kuliah saya sendiri. Saya masih bergantung kepada orangtua. 


Tapi saya tidak gunakan waktu luang saya untuk leha-leha. Saya doakan Emak saya, Abah saya untuk selalu diberikan kesehatan oleh Allah dan dilancarkan rizkinya oleh Allah Swt.
Sampai saat ini pun saya masih dibekali uang oleh Emak dan Abah kalo saya pulang ke rumah walaupun itu hanya 30 ribu ataupun 50 ribu. 


Intinya, percayalah dengan kekuasaan Allah. Allah itu Maha Kuasa. Maha pemberi rizki. Setiap kesulitan selalu ada jalan keluar. Allah berikan jalan keluar itu kepada kita jika kita terus berdoa dan berusaha. Tetap semangat. Jangan sampai keterbatasan membuat kita tidak bisa menggapai mimpi kita untuk bisa lanjut kuliah.

Penulis | Mahasiswa IAIN SMH Banten 
Calon Wakil Ketua Dewan Mahasiswa Fakultas Ushuludin Dakwah dan Adab 


Duit Pihak Tiga Perbankan Banten Rp 135 Triliun

,

BANTENPERSPEKTIF.COM, KOTA SERANG --- Kinerja Perbankan Banten memang mengalami penurunan pada triwulan III 2016 jika dibandingkan triwulan tahun sebelumnya. Dimana pengumpulan dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun berkisar Rp 135 triliun. Angka ini lebih rendah dibandingkan triwulan II 2016 yang mencapai Rp 139 triliun atau tumbuh 12,32 persen.

Perlambatan DPK ini sebagaimana dilansir antarabanten.com, akibat melambatnya tabungan dan giro. Tabungan hanya tumbuh 15,12 persen, lebih rendak dibandingkan triwulan lalu yang tumbuh hingga 20,78 persen dengan nilai capaian Rp 48,53 triliun. Sementara simpanan jenis giro dengan nilai Rp 34, 76 triliun tumbuh sebesar 11,71 persen, melambat dari sebelumnya yang tumbuh 17,57 persen.

Sementara itu, Bank Banten sendiri baru resmi beroperasi beberapa waktu lalu sehingga belum mampu mendorong secara signifikan terhadap pertumbuhan kinerja perbankan di Banten. Seperti diketahui, hampir seluruh bank ada di Banten, mulai dari BCA, Mandiri, Bank Tabungan Negara (BTN), BNI, Bank Muamalat, Bank Jabar Banten (BJB) dan terbaru adalah Bank Banten.

Penulis | Karnoto | Chief in Editor | www.bantenperspektif.com


Bermaksud Dapat Empati, Grace Banjir Sindiran

,

BANTENPERSPEKTIF.COM, JAKARTA --- Sidang perdana Ahok baru beberapa jam selesai, dan permainan perasaan pun dimulai. Tujuannya tak lain ingin memain-mainkan perasaan umat. Harapannya tentu ada belas kasihan dari masyarakat sehingga simpati kepada Ahok.

Setidaknya ini terlihat jelas pada postingan para Ahokers di sosial media, baik di twitter maupun facebook. Salah satunya adalah Grace Natalie. Ia mentwits dengan mengedepankan sisia emosional. Sedih nonton . Orang yang benar-benar tulus melayani masyarakat malah jadi korban fitnah keji oknum tak bertanggungjawab. Semoga keadilan ditegakkan, demikian celotehan Grace di twitter pribadinya @grace_nat.

Celotehan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini pun langsung mendapat sindirian dari para netizen, salah satunya adalah dari pemilik akun @Nawolowong yang menyindir Grace. Nangiskah dirimu? saat ratusan warga Luarbatang menangis digusur paksa?, saat ibu-ibu dibentak Ahok dituduh maling? video ada, fitnah?, demikian sindirannya.

Sementara netizen lainnya mengatakan, "Saya juga sedih, Ahok sampai lupa kalo dia bilang "Tuhan aja gue lawan" kata akun atasnama @Teddyibrata. Memang pasca sidang perdana, para Ahokers lebih banyak mengupload tangisan Ahok. Mereka tahu karakter rakyat Indonesia yang mudah berempati dengan kesedihan, tangisan.

Namun sayang, Ahokers tidak sadar bahwa yang bermain-main di sosial media adalah mereka golongan kelas menengah muslim, kalangan terdidik dan memiliki daya imun yang cukup baik terhadap berita-berita bernuansa melankolis. Bukannya mendapatkan simpati, tapi justru cibiran dan sindiran terhadap mereka. Bagaimana Ahok pernah memarahi seorang Ibu, bagaimana aksi gusur menggusur yang membuat warga menangis dan deretan perilaku menyakitkan Ahok lainnya.

Penulis | Karnoto | Chief in Editor | www.bantenperspektif.com

Nangis, Netizen Ingatkan Ahok Jangan Bersandiwara

,

BANTENPERSPEKTIF.COM, JAKARTA --- Tersangka penistaan Agama, Ahok berubah drastis jika dibandingkan ketika kasus ini pertama kali muncul. Kali ini  Ahok menangis dengan alasan tidak jelas, padahal sebelumnya Ahok masih terlihat angkuh dalam menghadapi kasus tersebut.

Ahok menangis saat membacakan Nota Keberatan atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum pada sidang perdana penistaan Agama, Selasa (13/12/2016) di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Dalam menghadapi kasus ini, Ahok mengerahkan penasehat hukum hingga mencapai 50 orang lebih.

Menanggapi tangisan Ahok, sejumlah netizen pun memberikan komentar menyindir. "Kemarin mah petentang petenteng, sok -sokan, sekarang pakai sandiwara nangis segala," twits seorang netizen di akun twitternya. Sementara netizen yang pro Ahok mengatakan kalau Ahok korban politik. Namun pernyataan ini pun langsung dibantah para netizen.

"Saya bukan warga DKI. Ahok ribut sama DPRD kita ga ikut-ikutan, Ahok marah-marah ke pegawai kita tidak ikut-ikutan. Tapi kali ini kita harus ikut karena yang dia hina adalah kitab suci kami, Al Quran," kata Siswiyati, salah seorang netizen.

Penulis | Karnoto | Chief in Editor | www.bantenperspektif.com


http://www.mahartibrand.com/

http://www.mahartibrand.com/

<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"> </div> <div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"> <a href="https://web.facebook.com/noq.murni?fref=ts" target="_blank"><img alt="https://web.facebook.com/noq.murni?fref=ts" border="0" height="300" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgS4R8b10VsZV-B2hQHaATVx04oOL74TL37Wn5lSSShcyM8XLeReUtJUKzYRSOJ4_0PySAuPrV8UAgTKhzm4KFbXvEcy_bpnccKXiSsAoKyhHhi3Cah87KvlnpTcViQzVi04IAXLWsFn1D8/s300/3.jpg" width="320" /></a></div> <br />



    Blog Archive