Headlines
http://www.mahartibrand.com/

Kuliah Bukan Hanya untuk yang Berduit

, ,


Allah itu Maha Kaya, percayalah Dia pasti akan menolong hamba-hambanya yang ingin mengubah nasib, mereka yang mau belajar. Kekuasaan Allah ini betul-betul saya buktikan sendiri.

Oleh | Suhenda

Dua tahun lalu ketika saya sedang menunggu pengumuman kelulusan dari SMA tempat saya menempuh pendidikan, saya banyak mengikuti banyak tes untuk bisa diterima di perguruan tinggi. Saya daftar ditiga perguruan tinggi sekaligus. 


Pertama saya mendaftar di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) sekaligus mendaftarkan diri dibeasiswa bidikmisi. Kedua, saya mendaftar di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sulatan Maulana Hasanudin (SMH) Banten melalui jalur SPANPTKIN dan juga mendaftar beasiswa bidikmisi. Ketiga, saya mendaftar di Surya University lewat jalur test mandiri.

Singkat cerita, saya tidak diterima di Untirta dan di Surya University. Tinggal pengumuman dari panitia SPANPTKIN saja yang belum keluar. Pada waktunya, dihari pengumuman kelulusan SPANPTKIN saya diterima di IAIN "SMH" Banten. 


Tapi saya tidak lolos untuk mendapatkan beasiswa bidikmisi dan saya harus membayar Uang Kuliah Tunggal atau Biaya Kuliah Tunggal (UKT/BKT) sebesar Rp. 1.200.000 sebagai dana awal perkuliahan. Langsung kabar baik ini saya ceritakan ke orangtua di rumah.

Setiba di rumah saya ceritakan ke Emak dan Abah tentang kabar gembira ini. Apa kata mereka? "Alhamdulillah Ayi diterima kuliah mah. Abah jeng Ema mah cuma bisa ngadoakeun, tapi Eng Emak jeng Abah mah teu boga duit jeung mayaran kuliahna, kumaha mayaran kuliahna Ayi teu meunang beasiswa mah?"

Disitu saya terdiam, otak saya langsung berpikir bagaimana cara membayar uang kuliah? Saya tidak bisa menjawab pertanyaan ini. Kemana saya mencari jawaban pertanyaan ini. Saya coba hubungi guru, teman dan keluarga saya yang lain untuk bisa menjawab pertanyaan ini.

Sampai akhirnya datanglah saya ke rumah seorang teman, saya ceritakan masalah saya. Dia kasih saran untuk terus melanjutkan kuliah di IAIN, walaupun tidak mendapatkan beasiswa bidikmisi, pasti ada beasiswa yang lain ketika sudah mengikuti perkuliahan. 


Ada dua pilihan yang harus saya pilih. Pertama, melanjutkan tahap administrasi penerimaan mahasiswa baru di IAIN. Kedua, mondok di pondok pesantren salafiyah jika tidak dilanjutkan tahap administrasi mahasiswa baru.

Saya berpikir waktu itu, kuliah pake duit, mondok juga pake bekel duit. Dengan mempertimbangkan itu, saya pilih untuk melanjutkan tahap administrasi sebagai mahasiswa baru.Dengan tenang saya ucapkan ke Emak dan Abah, "Mak, Bah. Enda arek ngalanjutkeun kuliah bae. Abah jeung Emak tenang bae masalah bayaran kuliah mah, aya Allah. enda menta do'a na bae ti Emak jeung Abah".

Apa yang Terjadi?
Alhamdulillah...Emak dan Abah saya merestui dan mendoakan saya untuk kuliah. Sekarang saya sudah semester lima. Dan Alhamdulillah biaya persemester sebesar Rp. 1.200.000,- bisa lancar terbayar tanpa kendala. Dari mana uangnya? Dari orang tua saya. Terus dari mana orangtua saya bisa dapat uang itu? dari Allah SWT.

Ketika sudah mulai perkuliahan saya jarang sekali pulang ke rumah walaupun rumah saya hanya berjarak satu jam setengah perjalanan menggunakan motor dari tempat saya kuliah di Serang. Jujur saya belum bisa membiayai kuliah saya sendiri. Saya masih bergantung kepada orangtua. 


Tapi saya tidak gunakan waktu luang saya untuk leha-leha. Saya doakan Emak saya, Abah saya untuk selalu diberikan kesehatan oleh Allah dan dilancarkan rizkinya oleh Allah Swt.
Sampai saat ini pun saya masih dibekali uang oleh Emak dan Abah kalo saya pulang ke rumah walaupun itu hanya 30 ribu ataupun 50 ribu. 


Intinya, percayalah dengan kekuasaan Allah. Allah itu Maha Kuasa. Maha pemberi rizki. Setiap kesulitan selalu ada jalan keluar. Allah berikan jalan keluar itu kepada kita jika kita terus berdoa dan berusaha. Tetap semangat. Jangan sampai keterbatasan membuat kita tidak bisa menggapai mimpi kita untuk bisa lanjut kuliah.

Penulis | Mahasiswa IAIN SMH Banten 
Calon Wakil Ketua Dewan Mahasiswa | Fakultas Ushuludin Dakwah dan Adab 


Mahasiswa Ambon Raih 'Global Emerging Youth Leaders'

,


Mahasiswa Indonesia ikut menjadi salah seorang penerima anugerah tahunan “Global Emerging Youth Leaders” dari Amerika.

WASHINGTON DC—Zulfirman Rahyantel, mahasiswa Universitas Pattimura – Ambon, menjadi salah seorang dari sepuluh anak muda dari berbagai penjuru dunia yang dianugerahi penghargaan bergengsi ini oleh Departemen Luar Negeri Amerika Rabu pagi (20/4) karena dinilai telah melakukan perubahan sosial yang konstruktif.

Zulfirman terpilih karena dinilai berhasil memfasilitasi dialog antar keyakinan di antara sesama anak muda di Ambon dan daerah-daerah rawan konflik lain di Indonesia. Ia bahkan mengajak mereka mengunjungi daerah-daerah itu secara langsung untuk berbagi pengalaman, termasuk suka duka menjadi warga kota Ambon yang pernah dikoyak konflik bernuansa agama.
Anak-anak muda lain yang mendapat anugerah ini antara lain Ahlem Nasraoui dari Tunisia yang menggagas upaya pemberdayaan perempuan dan remaja lewat program “Peace Mediators”, yang dengan berani menjadikan upaya melawan terorisme dan ekstremisme sebagai platform utama.
Dalam pidato di Departemen Luar Negeri Amerika hari Rabu, Ahlem – yang telah melangsungkan puluhan latihan bagi perempuan di Tunisia – mengatakan betapa anak muda, khususnya perempuan, harus berdiri paling depan untuk menjawab isu-isu strategis dunia, termasuk menjernihkan kesalahpahaman tentang Islam yang ditimbulkan oleh kelompok-kelompok radikal dan intoleran.
Anak muda lain yang menerima anugerah ini adalah Ahmad Shakib Mohsanyar dari Afghanistan, yang selama setahun terakhir menggalakkan kampanye “Afghanistan Needs You”, guna mengajak anak-anak muda di negara itu menciptakan kondisi kehidupan yang lebih baik. Ahmad juga mempromosikan pendidikan, kewirausahaan dan keterlibatan antar masyarakat madani di Afghanistan.
Ada pula Thinzar Shunlei Yi dari Myanmar yang memimpin “Burma’s National Youth Congress” dan sekaligus “The National Youth Network”, Nino Nanitashvili dari Georgia yang mendorong upaya menciptakan perdamaian lewat teknologi, Asha Hassan dari Kenya yang mengembangkan kelompok-kelompok anak muda yang memusatkan perhatian pada pentingnya rekonsiliasi antar etnis dan kelompok, 
Samuel Grzybowski dari Perancis yang mendirikan organisasi antar keyakinan “Coexister” sejak ia masih SMA dan kini memiliki cabang di Belgia dan Swiss, Basel Almadhoun – mahasiswa Universitas Al Azhar di Gaza yang memulai klub debat untuk mengajak anak-anak muda menyampaikan opini tentang konflik dan perdamaian, Hillary Briffa dari Malta yang sedang mengejar doctoral di London dan menjadi duta muda Malta di Organisasi Kerjasama dan Keamanan Eropa OSCE.
Anak muda terakhir yang juga meraih “Global Emerging Youth Leaders”adalah Jessel Recinos Fernandez dari Honduras. Berbeda dengan rekan-rekannya yang banyak menggagas dialog atau komunitas antar keyakinan, Fernandez yang dibesarkan di pinggiran kota San Pedro Sula – suatu kota di Honduras yang dijuluki sebagai “ibukota pembunuhan di dunia”, mendirikan “Skate Brothers” yang menawarkan beragam aktivitas kepada anak muda supaya mereka tidak terlibat kegiatan premanisme. 
Fernandez sendiri mengatakan kepada VOA, ia tertantang membangun kelompok ini setelah nyaris meninggal dalam baku tembak antar kelompok preman. “Saya pikir saya sudah mati. Karena peluru yang menembus dada saya hanya tinggal beberapa sentimeter dari jantung. Semua pikir saya akan mati. Tapi saya hidup”. 
Fernandez mengatakan momentum itu membuatnya menyadari bahwa ia diberi kesempatan hidup kedua oleh Tuhan untuk membantu sesama anak muda yang terlibat premanisme. Kesepuluh penerima penghargaan ini akan berada di Amerika selama beberapa minggu untuk mengikuti berbagai kegiatan, sebelum kembali ke tanah air masing-masing.
Penulis: Eva Mazrieva/voaindonesia



http://www.mahartibrand.com/

http://www.mahartibrand.com/

<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"> </div> <div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"> <a href="https://web.facebook.com/noq.murni?fref=ts" target="_blank"><img alt="https://web.facebook.com/noq.murni?fref=ts" border="0" height="300" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgS4R8b10VsZV-B2hQHaATVx04oOL74TL37Wn5lSSShcyM8XLeReUtJUKzYRSOJ4_0PySAuPrV8UAgTKhzm4KFbXvEcy_bpnccKXiSsAoKyhHhi3Cah87KvlnpTcViQzVi04IAXLWsFn1D8/s300/3.jpg" width="320" /></a></div> <br />



    Blog Archive